Di jalan ini Engkau memilihku untuk berdiri
Menatap setiap dukanya dari kejuhan saja
Ku tahu semua itu yang terbaik bagiku
Sebab Engkau selalu memberiku yang terbaik meski kadang aku tak menyukainya
Wahai Engkau yang mengenggam jiwaku....
Ku harap jejak-jejakku tak berakhir di jalan ini
dan semoga esok kan ada jejak baru penghapus dukanya
Hingga tak ada lagi tangis yang terurai dari matanya yang teduh
Ya MuqalibbalQulub tetapkanlah hatiku untuk selalu mencintaiMu dan mencintainya
Jangan biarkan langkahku memberi jejak untuk cinta yang lain hingga waktu yang engkau tentukan
Ku ingin terus berpetualang membawa cintaMu dan cintanya
Tak sedikitpun kuharap aku berkhianat
Engkau yang maha melihat lagi maha Mengetahui
Engkau tahu betapa ia begitu berarti bagiku
Tak mungkin rasanya aku tegar di jalanMu tanpa dirinya
Egkau yang maha pemri rahmat yang Maha sempurna
Jika esok engakau memberiku setuguk air bahagia
Ku ingin dia ada di sampingku
Menemaniku mengarungi samudera kehidupan
Walau mungkin tak banyak waktu baginya untuk melakukanya
Jumat, 25 Februari 2011
Minggu, 13 Februari 2011
Evaluasi
Evaluasi adalah suatu proses yang selalu ada di akhir sebuah kegiatan. Evaluasi sering di jadikan ajang untuk menilai suatu tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri atau yang di lakukan oleh orang lain.Hanya ada dua nilai yang berlaku di sini yaitu salah dan benar.
menilai tindakan sendiri tidaklah semudah menilai orang lain. Di butuhkan kejernihan pikiran dan sikap rendah hati saat harus menilai diri sendiri. Tak semua orang mampu selalu memiliki kedua hal itu dalam proses evaluasi dirinya.
Hal ini pulalah yang biasa saya rasakan. Tak terkecuali ketika saya melakukan evaluasi diri untuk kegiatan SuperCamp SGEI 2 hari ini. Aku sangat merasakan betapa campur aduknya perasaanku ketika berada di sana. Dan semua perasaan itu ku tahu tercermin di wajahku.
Terkhusus ketika aku duel dengan itan temanku mewakili pleton masing-masing untuk mengambil tali rapiah yang ada di bagian belakang pengaman badan kami.
Menurut teman-temanku kami berdua benar-benar terlihat bagai musuh dan raut amarah jelas tergambar di wajah kami. Khususnya wajah saya. sebagian teman perempuanku kami takut melihat pertandingan kami. di pertandingan itu aku harus berhenti di babak kedua karena urat kaki kiriku terasa menegang.
Apa yang mereka lihat tak salah tapi mungkin interpretasi meraka ada yang kurang tepat. orientasiku saat itu adalah jika aku tak mampu mendapatkan tali rafiah itu setidaknya aku harus bisa bertahan agar tali rafiahku tak di rebut itan. di babak pertama ku rasakan hasrat dan pikiran untuk merebut tali rafiah itan memengusaiku begitu juga dengan itan, itu bisa ku lihat dari wajahnya.Di babak kedua ku rasakan kekuatan itan mulai menyelimutiku dan rasanya bertahan adalah satu-satunya pilihan. Karena keinginan bertahan itulah mendorongku mengeluarkan segenap power yang ku miliki.
Mungkin keseriusanku mempertahankan diri di interpretasikan sebagai ambisi untuk memenangkan peratandingan itu. Tapi sudahlah,aku tak ingin menyalahkan mereka. Hak untuk mengevaluasi orang lain adalah suatu kewajaran bagiku.
Dalam evaluasi hari ini, aku mencatat bahwa kecerdasan emosi untuk menghadapi serangan yang begitu kuat masih sangat perlu aku pelajari. Ego seharusnya aku singkirkan. Berfikir cerdas untuk mencari teknik-teknik jitu menghadapi serangan itu tanpa amarah seharusnya menjadi fokus perhatianku. Dan rasanya duel seperti itu cukup di hari itu saja coz ku tahu benar aku tak memiliki potensi di bidang itu.
Di hari ini akupun berharap ego seperti itu tak akan ku bawa ketika aku harus menghadapi msalah berat di sekolah magang nanti. Aku sungguh berharap aku bisa bertindak cerdas tanpa amarah dan tanpa harus menyulitkan orang lain...
bagi siapa pun yang membaca tulisan ini ku harap kejernihan pikiran dan kerendahan hati menjadi hal yang milikmu ketika engkau sedang mengevaluasi diri. Saat evaluasi diri benilai benar maka hati akan dengan mudah mengakuinya namun ketika evalusi diri bernilai salah maka akan sangat sulit untuk mengakuinya.
menilai tindakan sendiri tidaklah semudah menilai orang lain. Di butuhkan kejernihan pikiran dan sikap rendah hati saat harus menilai diri sendiri. Tak semua orang mampu selalu memiliki kedua hal itu dalam proses evaluasi dirinya.
Hal ini pulalah yang biasa saya rasakan. Tak terkecuali ketika saya melakukan evaluasi diri untuk kegiatan SuperCamp SGEI 2 hari ini. Aku sangat merasakan betapa campur aduknya perasaanku ketika berada di sana. Dan semua perasaan itu ku tahu tercermin di wajahku.
Terkhusus ketika aku duel dengan itan temanku mewakili pleton masing-masing untuk mengambil tali rapiah yang ada di bagian belakang pengaman badan kami.
Menurut teman-temanku kami berdua benar-benar terlihat bagai musuh dan raut amarah jelas tergambar di wajah kami. Khususnya wajah saya. sebagian teman perempuanku kami takut melihat pertandingan kami. di pertandingan itu aku harus berhenti di babak kedua karena urat kaki kiriku terasa menegang.
Apa yang mereka lihat tak salah tapi mungkin interpretasi meraka ada yang kurang tepat. orientasiku saat itu adalah jika aku tak mampu mendapatkan tali rafiah itu setidaknya aku harus bisa bertahan agar tali rafiahku tak di rebut itan. di babak pertama ku rasakan hasrat dan pikiran untuk merebut tali rafiah itan memengusaiku begitu juga dengan itan, itu bisa ku lihat dari wajahnya.Di babak kedua ku rasakan kekuatan itan mulai menyelimutiku dan rasanya bertahan adalah satu-satunya pilihan. Karena keinginan bertahan itulah mendorongku mengeluarkan segenap power yang ku miliki.
Mungkin keseriusanku mempertahankan diri di interpretasikan sebagai ambisi untuk memenangkan peratandingan itu. Tapi sudahlah,aku tak ingin menyalahkan mereka. Hak untuk mengevaluasi orang lain adalah suatu kewajaran bagiku.
Dalam evaluasi hari ini, aku mencatat bahwa kecerdasan emosi untuk menghadapi serangan yang begitu kuat masih sangat perlu aku pelajari. Ego seharusnya aku singkirkan. Berfikir cerdas untuk mencari teknik-teknik jitu menghadapi serangan itu tanpa amarah seharusnya menjadi fokus perhatianku. Dan rasanya duel seperti itu cukup di hari itu saja coz ku tahu benar aku tak memiliki potensi di bidang itu.
Di hari ini akupun berharap ego seperti itu tak akan ku bawa ketika aku harus menghadapi msalah berat di sekolah magang nanti. Aku sungguh berharap aku bisa bertindak cerdas tanpa amarah dan tanpa harus menyulitkan orang lain...
bagi siapa pun yang membaca tulisan ini ku harap kejernihan pikiran dan kerendahan hati menjadi hal yang milikmu ketika engkau sedang mengevaluasi diri. Saat evaluasi diri benilai benar maka hati akan dengan mudah mengakuinya namun ketika evalusi diri bernilai salah maka akan sangat sulit untuk mengakuinya.
Jumat, 21 Januari 2011
Thankz for Brother
Brother...
You give me wish
When I lose my wish
You save sun in my heart
When my hurt is hurt
Brother...
You cover me with your power
When I look for helper
You draw my heart with rose
Rose which never lose
Brother...
Your love like moon in the night
Never stop to light till end of the night
Brother...
I can't give many things for you
I can't do many things for you
I only can say
Thank you...
Thank you..
And Thank you...
I dedicate this poem for my beloved brother who never be tried to support my life
You give me wish
When I lose my wish
You save sun in my heart
When my hurt is hurt
Brother...
You cover me with your power
When I look for helper
You draw my heart with rose
Rose which never lose
Brother...
Your love like moon in the night
Never stop to light till end of the night
Brother...
I can't give many things for you
I can't do many things for you
I only can say
Thank you...
Thank you..
And Thank you...
I dedicate this poem for my beloved brother who never be tried to support my life
Dari James Blund hingga Pribadi Bermental Baja
You'r beautiful.....you'r beautiful is true
I saw your face in a crowded place
But I don't know what to do coz I'll never be with you....
(you'r beautiful, James blund)
Kutipan lagu yang kembali terecall dalam ingatanku ketika kelas SGEI 2 sedang mangadakan ice braking dengan tema menceritakan film atau lagu favorit, tepatnya di jum'at pagi, 22 januari 2011, jam 09.30. Rentetan suara tawa yang mengusai ruang kelas kami, sepertinya tak cukup ampuh untuk menghalangi fantasiku menjelajah pada kisah dalam lagu itu. seorang pria yang sungguh teramat sangat mencintai seorang wanita namun dia tak bisa memilikinya karena sang wanita telah memiliki pria yang lain. Saat sang pria melihat sang wanita tersenyum, dia hanya bisa berkata " senyum mu membuatku menderita", dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena dia tidak akan pernah bersama dengan sang wanita pujaannya.
lagu itu sepertinya mengisyaratkan bahwa cinta tak selamanya memiliki dan kadang kita harus melabel cinta dengan nama keikhlasan dan pengorbanan. Dalam kenyataan, mungkin sebahagiaan dari kita pernah mengalami hal seperti yang di atas, di mana apa yang kita cinta ternyata tak bisa kita miliki dan tak ada jalan lain kecuali ikhlas meskipun berjubel pengorbanan telah kita lakukan untuk mendapatkannya. Contohnya, ketika kita sangat menginginkan sebuah pekerjaan namun pada akhirnya kita tak bisa mendapatkannya padahal segala daya upaya telah diberdayakan untuk menggapainya. Contoh lain, ketika seorang penguasa telah berusaha mati-matian mempertahankan kekuasaannya namun pada akhirnya kekuasaan itu harus lengser ke tangan orang lain. bukan hanya itu, mungkin juga ada seorang ibu yang sedang berusaha mendapatkan hak asuh anaknya karena Ia baru saja bercerai dengan suaminya, namun pada akhirnya hak tersebut menjadi milik suaminya.
Mungkin itulah yang di sebut takdir sobat. Seringkali dia bekerja di luar wilayah logika kita. Pada saat seperti ini fitrah manusia kita kemudian berkata "Aku kecewa". Tak cukup sampai di situ, Pribadi bermental kerupuk berucap "aku tidak bisa menghadapinya". Dia pun pun kehilangan nafsu makan, stress, bahkan menghabiskan hari dengan bersembunyi di balik selimut berteman bantal dalam pelukan serta air mata yang bercucuran, sampai pada acara bunuh diri. Tapi bagi pribadi bermental baja, Ia akan tetap survive,serta ikhlas menerima semuanya karena ia yakin bahwa boleh jadi kita mencintai sesuatu namun Allah membencinya begitu pun sebaliknya boleh jadi kitak tidak mencintai sesuatu tapi Allah mencitainya. Dan hal yang di cintai itulah yang terbaik untuk kita karena Allah lah yang Maha tahu apa yang terbaik untuk kita.
Semoga aku dan juga kamu ada dalam barisan pribadi bermental baja!!!!
Allahu Alam bissawab.
Anci Kamri
I saw your face in a crowded place
But I don't know what to do coz I'll never be with you....
(you'r beautiful, James blund)
Kutipan lagu yang kembali terecall dalam ingatanku ketika kelas SGEI 2 sedang mangadakan ice braking dengan tema menceritakan film atau lagu favorit, tepatnya di jum'at pagi, 22 januari 2011, jam 09.30. Rentetan suara tawa yang mengusai ruang kelas kami, sepertinya tak cukup ampuh untuk menghalangi fantasiku menjelajah pada kisah dalam lagu itu. seorang pria yang sungguh teramat sangat mencintai seorang wanita namun dia tak bisa memilikinya karena sang wanita telah memiliki pria yang lain. Saat sang pria melihat sang wanita tersenyum, dia hanya bisa berkata " senyum mu membuatku menderita", dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena dia tidak akan pernah bersama dengan sang wanita pujaannya.
lagu itu sepertinya mengisyaratkan bahwa cinta tak selamanya memiliki dan kadang kita harus melabel cinta dengan nama keikhlasan dan pengorbanan. Dalam kenyataan, mungkin sebahagiaan dari kita pernah mengalami hal seperti yang di atas, di mana apa yang kita cinta ternyata tak bisa kita miliki dan tak ada jalan lain kecuali ikhlas meskipun berjubel pengorbanan telah kita lakukan untuk mendapatkannya. Contohnya, ketika kita sangat menginginkan sebuah pekerjaan namun pada akhirnya kita tak bisa mendapatkannya padahal segala daya upaya telah diberdayakan untuk menggapainya. Contoh lain, ketika seorang penguasa telah berusaha mati-matian mempertahankan kekuasaannya namun pada akhirnya kekuasaan itu harus lengser ke tangan orang lain. bukan hanya itu, mungkin juga ada seorang ibu yang sedang berusaha mendapatkan hak asuh anaknya karena Ia baru saja bercerai dengan suaminya, namun pada akhirnya hak tersebut menjadi milik suaminya.
Mungkin itulah yang di sebut takdir sobat. Seringkali dia bekerja di luar wilayah logika kita. Pada saat seperti ini fitrah manusia kita kemudian berkata "Aku kecewa". Tak cukup sampai di situ, Pribadi bermental kerupuk berucap "aku tidak bisa menghadapinya". Dia pun pun kehilangan nafsu makan, stress, bahkan menghabiskan hari dengan bersembunyi di balik selimut berteman bantal dalam pelukan serta air mata yang bercucuran, sampai pada acara bunuh diri. Tapi bagi pribadi bermental baja, Ia akan tetap survive,serta ikhlas menerima semuanya karena ia yakin bahwa boleh jadi kita mencintai sesuatu namun Allah membencinya begitu pun sebaliknya boleh jadi kitak tidak mencintai sesuatu tapi Allah mencitainya. Dan hal yang di cintai itulah yang terbaik untuk kita karena Allah lah yang Maha tahu apa yang terbaik untuk kita.
Semoga aku dan juga kamu ada dalam barisan pribadi bermental baja!!!!
Allahu Alam bissawab.
Anci Kamri
Selasa, 18 Januari 2011
Sekilas Tentang Learning Style
Apabila sebagai siswa anda tidak di beri pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar anda berarti anda di buat cacat (J.Ingnan)
Kutipan di atas terlihat singkat namun memunculkan kesan yang sangat mendalam. Sebuah kutipan yang cukup memberikan pengaruh pada dunia pendidikan khususnya learning style atau yang lazim kita kenal dengan nama gaya belajar.
Learning style is the different ways of how learners take in and process information are (Reid, 1987; Celce-Murei, 2001). Learning style dapat di artikan sebagai cara siswa untuk memperoleh dan mengelola informasi yang di terimanya. Secara umum learning style ada 3 tipe yaitu visual, auditory, dan kinestetik (barsch in Davis(1989b)). Type visual adalah type yang lebih senang belajar dengan melihat, type auditory adalah tipe pembelajar yang lebih senang belajar dengan mendengarkan, tipe kinestetik adalah tipe pembelajar yang lebih senang belajar dengan melakukan gerakan. Tiap-tiap siswa memiliki learning style yang berbeda. Ada yang cenderung hanya memiliki satu learning style, ada juga yang memiliki kombinasi dari tipe-tipe learning style. Berdasarkan penelitian saya, kombinasi tersebut adalah Visual and Auditory, Visual and tactile, visual auditory and tactile.
Sudah menjadi sebuah keharusan bagi pendidik atau siapapun yang menganggap dirinya adalah pendidik mengetahui dan menerapkan konsep learning style dalam setiap pembelajaran. Jika anda sebagai pendidik tak melakukannya, maka dapat di asumsikan bahwa anda telah melakukan mal praktek pendidikan karena memincangkan pembelajaran siswa anda. Sungguh menjadi hal yang sangat ironi jika seorang pendidik yang seharusnya memberikan pembellajaran yang sebaik-baiknya dan menghasilkan generasi cerdas justru menjadi aktor yang memincangkan pendidikan. sanggupkah kita membiarkan ini terjadi???. Saya yakin anda sepakat untuk mengatakan TIDAK...TIDAK...dan TIDAK!!!
Sebagai wujud dari kesepakatan kita, berikut ini terdapat sebuah puisi yang mungkin dapat memberikan inspirasi tentang bagaimana seharusnya konsep learning style di bawa ke dalam kelas.
Kelas Ajaib
oleh Chris Mullane
Kelas ini tidak seperti kelas lainnya, ada keajaiban dalam atmosfernya
Kelihatannya memang sedikit tidak teratur, dan banyak warna di mana-mana
Ada kantong-kantong kacang, bantal-bantal, dipan-dipan, beberapa pembatas, dan layar.
Dan, di sisi lain sebelah sana terlihat beberapa meja
Di sisi lain lagi di samping jendela, matahari terlihat bersinar cerah.
Namun, dekat dinding, sebelah dalam, kita melihat sinar yang jauh lebih redup.
musik melatar belakangi kegiatan belajar anak-anak yang butuh mendengar suara saat belajar.
Dan, di sini di sediakan penutup telinga untuk anak-anak yang memiliki cara belajar sebaliknya.
Di setiap dinding di gantung gambar-gambar, masing-masing memiliki ceritanya;
juga ada barang-barang yang boleh di pegang dan di raba, bahkan ada bolpoin yang harum.
Aku tidak tahu, bagaimana semua orang bisa menggunakan kelas ini.
Tampaknya, lebih seperti sebuah resep dari semacam ramuan ajaib!
Mungkin kelas ini memang ajaib dan akan mengeluarkan mantra khusus
sehingga setaiap orang yang masuk ke sini akan bisa belajar dengan sangat baik.
Tidak peduli apakh mereka anak yang cenderung taktil, auditory, visual, atau kinestetik, implusif, global, atau reflektif analitis.
Mereka tidak perlu lagi merasa sangat frustasi ketika berkonsentrasi, memproses, dan mengingat informasi!
(The power of learning style:74)
Selamat memahami konsep learning style bagi anda yang sedang mempelajarinya dan selamat bereksperimen bagi anda yang sedang menerapkannya.
Anci Kamri
ku tuliskan goresan singkat ini untuk secuil dari sebongkah perubahan di dunia pendidikan.
Kutipan di atas terlihat singkat namun memunculkan kesan yang sangat mendalam. Sebuah kutipan yang cukup memberikan pengaruh pada dunia pendidikan khususnya learning style atau yang lazim kita kenal dengan nama gaya belajar.
Learning style is the different ways of how learners take in and process information are (Reid, 1987; Celce-Murei, 2001). Learning style dapat di artikan sebagai cara siswa untuk memperoleh dan mengelola informasi yang di terimanya. Secara umum learning style ada 3 tipe yaitu visual, auditory, dan kinestetik (barsch in Davis(1989b)). Type visual adalah type yang lebih senang belajar dengan melihat, type auditory adalah tipe pembelajar yang lebih senang belajar dengan mendengarkan, tipe kinestetik adalah tipe pembelajar yang lebih senang belajar dengan melakukan gerakan. Tiap-tiap siswa memiliki learning style yang berbeda. Ada yang cenderung hanya memiliki satu learning style, ada juga yang memiliki kombinasi dari tipe-tipe learning style. Berdasarkan penelitian saya, kombinasi tersebut adalah Visual and Auditory, Visual and tactile, visual auditory and tactile.
Sudah menjadi sebuah keharusan bagi pendidik atau siapapun yang menganggap dirinya adalah pendidik mengetahui dan menerapkan konsep learning style dalam setiap pembelajaran. Jika anda sebagai pendidik tak melakukannya, maka dapat di asumsikan bahwa anda telah melakukan mal praktek pendidikan karena memincangkan pembelajaran siswa anda. Sungguh menjadi hal yang sangat ironi jika seorang pendidik yang seharusnya memberikan pembellajaran yang sebaik-baiknya dan menghasilkan generasi cerdas justru menjadi aktor yang memincangkan pendidikan. sanggupkah kita membiarkan ini terjadi???. Saya yakin anda sepakat untuk mengatakan TIDAK...TIDAK...dan TIDAK!!!
Sebagai wujud dari kesepakatan kita, berikut ini terdapat sebuah puisi yang mungkin dapat memberikan inspirasi tentang bagaimana seharusnya konsep learning style di bawa ke dalam kelas.
Kelas Ajaib
oleh Chris Mullane
Kelas ini tidak seperti kelas lainnya, ada keajaiban dalam atmosfernya
Kelihatannya memang sedikit tidak teratur, dan banyak warna di mana-mana
Ada kantong-kantong kacang, bantal-bantal, dipan-dipan, beberapa pembatas, dan layar.
Dan, di sisi lain sebelah sana terlihat beberapa meja
Di sisi lain lagi di samping jendela, matahari terlihat bersinar cerah.
Namun, dekat dinding, sebelah dalam, kita melihat sinar yang jauh lebih redup.
musik melatar belakangi kegiatan belajar anak-anak yang butuh mendengar suara saat belajar.
Dan, di sini di sediakan penutup telinga untuk anak-anak yang memiliki cara belajar sebaliknya.
Di setiap dinding di gantung gambar-gambar, masing-masing memiliki ceritanya;
juga ada barang-barang yang boleh di pegang dan di raba, bahkan ada bolpoin yang harum.
Aku tidak tahu, bagaimana semua orang bisa menggunakan kelas ini.
Tampaknya, lebih seperti sebuah resep dari semacam ramuan ajaib!
Mungkin kelas ini memang ajaib dan akan mengeluarkan mantra khusus
sehingga setaiap orang yang masuk ke sini akan bisa belajar dengan sangat baik.
Tidak peduli apakh mereka anak yang cenderung taktil, auditory, visual, atau kinestetik, implusif, global, atau reflektif analitis.
Mereka tidak perlu lagi merasa sangat frustasi ketika berkonsentrasi, memproses, dan mengingat informasi!
(The power of learning style:74)
Selamat memahami konsep learning style bagi anda yang sedang mempelajarinya dan selamat bereksperimen bagi anda yang sedang menerapkannya.
Anci Kamri
ku tuliskan goresan singkat ini untuk secuil dari sebongkah perubahan di dunia pendidikan.
Senin, 17 Januari 2011
Bunda
Bunda...
Dalam dekapanmu...
ku rasakan darah juang mengalir tak henti disetiap epidermis jiwamu
Bunda...
Dalam kecupanmu....
ku nikmati aroma kesabaran yang menyengati setiap simpul-simpul sarafku
Bunda...
Dalam senyummu...
Ku lihat duka yabg terbungkus rapi oleh ketegaran tak berlubang...
Bunda...
Dalam setiap ucapmu..
Ku tangkap makna yang tak tercemar oleh ke pura-puraan
Bunda...
Dalam doamu...
Ku dengarkan pinta penuh harap nan tulus untuk kami anakmu
Bunda...
Kaulah yang terhebat bagiku di antara manusia yang terhebat
Bunda...
Kaulah yang teristimewa bagiku di antara manusia yang teristimewa
Bunda...
Kaulah anugerah terindah yang ku miliki
Dalam dekapanmu...
ku rasakan darah juang mengalir tak henti disetiap epidermis jiwamu
Bunda...
Dalam kecupanmu....
ku nikmati aroma kesabaran yang menyengati setiap simpul-simpul sarafku
Bunda...
Dalam senyummu...
Ku lihat duka yabg terbungkus rapi oleh ketegaran tak berlubang...
Bunda...
Dalam setiap ucapmu..
Ku tangkap makna yang tak tercemar oleh ke pura-puraan
Bunda...
Dalam doamu...
Ku dengarkan pinta penuh harap nan tulus untuk kami anakmu
Bunda...
Kaulah yang terhebat bagiku di antara manusia yang terhebat
Bunda...
Kaulah yang teristimewa bagiku di antara manusia yang teristimewa
Bunda...
Kaulah anugerah terindah yang ku miliki
Rasa yg tertinggal………
Ada rasa yg tertinggal dstiap sorot matamu
Menjamah sebagaian fantasiku yang beku
Mnghantarkan aku pada sebuah Tanya
Ada apa dalam setiap sapa?
Ada rasa yang tertinggal dsetiap senyummu
Merusak setiap simpul ikrarku
Tentang hati yg tak ku harap jadi milikku
Tentang rindu yang tak pernah kutunggu
Ada rasa yang tertinggal di setiap ucapmu
Mewarnai lapisan palung jiwaku
Memunculkan embrio- embrio cinta
Mengerlipkan seberkas cahaya..
Cahaya yang sungguh t’amt sangat harus pudar segera
Rasa yang tertinggal…
Memberi asa juga sesal….
Memberi rindu juga kesal…………
Astagfirullahul adzim….
Anci Kamri
Ada rasa yg tertinggal dstiap sorot matamu
Menjamah sebagaian fantasiku yang beku
Mnghantarkan aku pada sebuah Tanya
Ada apa dalam setiap sapa?
Ada rasa yang tertinggal dsetiap senyummu
Merusak setiap simpul ikrarku
Tentang hati yg tak ku harap jadi milikku
Tentang rindu yang tak pernah kutunggu
Ada rasa yang tertinggal di setiap ucapmu
Mewarnai lapisan palung jiwaku
Memunculkan embrio- embrio cinta
Mengerlipkan seberkas cahaya..
Cahaya yang sungguh t’amt sangat harus pudar segera
Rasa yang tertinggal…
Memberi asa juga sesal….
Memberi rindu juga kesal…………
Astagfirullahul adzim….
Anci Kamri
Langganan:
Postingan (Atom)